<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>CIVICS EDUCATION</title>
	<atom:link href="http://kewarganegaraan.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kewarganegaraan.wordpress.com</link>
	<description>UIN SGD Bandung</description>
	<lastBuildDate>Mon, 16 Jan 2012 10:33:45 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='kewarganegaraan.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>CIVICS EDUCATION</title>
		<link>http://kewarganegaraan.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://kewarganegaraan.wordpress.com/osd.xml" title="CIVICS EDUCATION" />
	<atom:link rel='hub' href='http://kewarganegaraan.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Demo Karena Menuntut Hak ?</title>
		<link>http://kewarganegaraan.wordpress.com/2007/12/11/demo-karena-menuntut-hak/</link>
		<comments>http://kewarganegaraan.wordpress.com/2007/12/11/demo-karena-menuntut-hak/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 Dec 2007 14:04:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kanguwes</dc:creator>
				<category><![CDATA[Warga Negara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kewarganegaraan.wordpress.com/2007/12/11/demo-karena-menuntut-hak/</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Wilda Nur Laila Qodri   Kata “Demo” sepertinya sudah tidak asing lagi ditelinga kita. Apalagi kita sebagai penduduk Indonesia yang mayoritas sangat sering melakukan aksi demo khususnya dikalangan mahasiswa. Ketika hak gaji buruh misalkan tidak sepadan dengan apa yang sudah dikerjakan maka demolah yang akan berbicara, ketika pemerintah tidak menunaikan kewajibannya demolah yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kewarganegaraan.wordpress.com&amp;blog=2128400&amp;post=74&amp;subd=kewarganegaraan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal">Oleh : Wilda Nur Laila Qodri</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;">Kata “Demo” sepertinya sudah tidak asing lagi ditelinga kita. Apalagi kita sebagai penduduk Indonesia yang mayoritas sangat sering melakukan aksi demo khususnya dikalangan mahasiswa. Ketika hak gaji buruh misalkan tidak sepadan dengan apa yang sudah dikerjakan maka demolah yang akan berbicara, ketika pemerintah tidak menunaikan kewajibannya demolah yang akan muncul di muka, ketika ada mentri yang menyelewengkan dana atau istilah kata lainnya bisa disebut dengan korupsi maka demo pula yang akan angkat suara begitulah seterusnya.<span id="more-74"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;">Sebenarnya fungsi dari demo itu sendiri apa sih? Bukankah aksi demo itu termasuk salah satu sarana kita untuk menuntut hak? lantas demo yang seperti apa? Buktinya setiap kali aksi demo turun banyak sekali pihak yang merasa dirugikan? Lalu demo yang bagaimana yang seharusnya dilakukan?</p>
<p class="MsoNormal">Dulu demo itu memang terbukti sebagai alternatif yang sangat efektif dalam menuntut hak, seperti yang sudah kita ketahui bersama bahwa orde baru jatuh karena demo besar-besaran yang dilakukan oleh penduduk Indonesia khususnya mahasiswa. Beberapa pejabat negara dapat dengan mudah lengser dari kursinya karena demo. Tapi apakah aksi demo itu masih efektif jika diterapkan pada masa sekarang?</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;">Bahkan kita<span>  </span>mengakui bahwa dari dulu sampai sekarang demo itu identik dengan kekerasan, kerusuhan pengrusakan dan lain sebagainya. Lantas dimana fungsi demo ketika kita menuntut hak akan tetapi dengan aksi demo itu justru kita merampas hak orang lain? Apa tidak ada alternatif lain untuk menyampaikan kekecewaan atau tuntutan kita? Sebenarnya banyak sekali alternatif lain yang bisa kita tempuh selain demo. Diantaranya seperti<span>  </span>melalui media televisi, Radio dan media massa. Bukankah demo melalui berbagai media retrsebut dapat lebih tertib, resmi dan terorganisir?</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;">Namun, ketika demo melalui sarana media tersebut sudah tidak efektif lagi dengan kata lain tidak diindahkan oleh orang yang kita tuntut. Barulah kita dapat melakukan aksi demo dengan menjaga ketertiban ketika aksi demo berjalan. Bukan malah sebaliknya. Lantas bagaimana menurut anda???</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/kewarganegaraan.wordpress.com/74/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/kewarganegaraan.wordpress.com/74/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kewarganegaraan.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kewarganegaraan.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kewarganegaraan.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kewarganegaraan.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kewarganegaraan.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kewarganegaraan.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kewarganegaraan.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kewarganegaraan.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kewarganegaraan.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kewarganegaraan.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kewarganegaraan.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kewarganegaraan.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kewarganegaraan.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kewarganegaraan.wordpress.com/74/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kewarganegaraan.wordpress.com&amp;blog=2128400&amp;post=74&amp;subd=kewarganegaraan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kewarganegaraan.wordpress.com/2007/12/11/demo-karena-menuntut-hak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/35ca95229342ac66d8008ce17b9253e7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kanguwes</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bandung Lautan api atau Bandung Lautan sampah?</title>
		<link>http://kewarganegaraan.wordpress.com/2007/12/11/bandung-lautan-api-atau-bandung-lautan-sampah/</link>
		<comments>http://kewarganegaraan.wordpress.com/2007/12/11/bandung-lautan-api-atau-bandung-lautan-sampah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 Dec 2007 14:03:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kanguwes</dc:creator>
				<category><![CDATA[Warga Negara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kewarganegaraan.wordpress.com/2007/12/11/bandung-lautan-api-atau-bandung-lautan-sampah/</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Susan Alfa Hasanah   Bandung lautan api? oh tidak, sekarang Bandung lautan sampah  lho! Jangan dipungkiri, setiap daerah di Bandung khususnya daerah-daerah terpencil, pasti mempunyai Tempat Pembuangan Sampah (TPS) yang umumnya kini sudah “nyambuang” ke area-area pemukiman warga. Sampah-sampah bak gunung yang menjulang tinggi ke langit biru, lho? Kan Bandung kota pegunungan! Ya, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kewarganegaraan.wordpress.com&amp;blog=2128400&amp;post=73&amp;subd=kewarganegaraan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Oleh : Susan Alfa Hasanah</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;">Bandung lautan api? <em>oh tidak</em>, sekarang Bandung lautan sampah<span>  </span><em>lho!</em> Jangan dipungkiri, setiap daerah di Bandung khususnya daerah-daerah terpencil, pasti mempunyai Tempat Pembuangan Sampah (TPS) yang umumnya kini sudah <em>“nyambuang</em>” ke area-area pemukiman warga. Sampah-sampah bak gunung yang menjulang tinggi ke langit biru, <em>lho</em>? <em>Kan</em><em> </em>Bandung kota pegunungan! Ya, tepatnya pegunungan sampah.<span id="more-73"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;">Masih ingat logo Kota Bandung “<em>berhiber”</em> alias <em>bersih, hijau, berbunga</em>?. Tapi logo yang paling tepat untuk Bandung masa kini, yaitu “<em>runturun”</em> alias <em>runtah, tumpuk deui ku runtah</em>. Kini Citarum hanya sebuah catatan nama sungai saja dalam buku pengetahuan, sedangkan peran dan fungsinya sudah habis dimakan sampah. Citarum kini adalah sebuah “<em>solokan gede</em>” yang umumnya dangkal dan menyempit. Bahkan saya angkat, sebuah sungai terusan Citarum di Dayeuh kolot, Bandung, airnya kering dan penuh dengan tumpukan-tumpukan sampai anorganik seperti halnya plastik, kaleng dan sebagainya. Pantasnya dengan realita fenomena seperti hal diatas bukan di sebut sungai lagi, tapi TPS (Tempat Pembuangan Sampah).</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;">Masalah sampah memang merupakan hal yang masih terbengkalai dan belum mendapat tindakan yang lebih lanjut dari pemerintah Kabupaten Bandung. Apalagi di pasar-pasar tradisional, umumnya masalah sampah adalah hal yang sepele dan dianggap tidak pernah berperan besar untuk kehidupan sehari-hari<span>  </span>bahkan lebih parah jika dijadikan sebuah tradisi. Ini karena minimnya nilai kesadarn masyarakat itu sendiri. Contohnya, di Jalan Moch. Toha dekat gerbang tol, terdapat setumpukan sampah yang <em>”indah</em>” dan mengkudeta sebagian jalan serta membuat selokan mampet, sehingga<span>  </span>ketika banjir datang, tak ayal, airnya menjadi hitam dan berbau. Sungguh memang <em>bersih</em> dan <em>nyaman</em> sekali kediaman Bandung.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;">Lebih naas, masyarakat di daerah Batujajar,Bandung, kehilangan tempat tinggal karena lahannya dirampas sampah. Kini mereka terlunta-lunta, dan rumah mereka pun tak layak ditempati karena Gunung Sampah longsor.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;">Bandung memang tak dijajah bangsa lain, namun dijajah oleh hal yang diuat sendiri, yakni “<em>bebengok runtah</em>”. Di sebagian daerah, sampah menjadi komoditas usaha bagi sebahagian orang, baik bagi orang yang kreatif atau bahkan orang yang berada dibawah garis kemiskinan karena memang tak ada lagi lapangan pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Namun, alangkah indah dan mulianya jika masyarakat Bandung menjadikan mata pencahariannnya dari hal-hal yang bersih, tertata rapih, dan setidaknya bisa menghindari datangnya penyakit.<span>   </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;">Sampah, momok yang mengerikan.<span>  </span>Tapi jalan keluarnya ada pada diri kita sendiri. Sadar lingkunganlah, <em>brow!</em>. Katanya warga Negara yang baik itu harus menjalankan kewajibannya dan haknya?. Apalagi ini menyangkut lingkungan<span>  </span>yang kita tinggali. Bukannya menuntut hak saja, mana <em>dong </em>kewajibanmu?. Lingkungan? Masa pohon-pohon saja pada tumbang. Mana lagi hal yang bisa mencegah banjir?. Ditambah jika kita kaitkan dengan <em>global warming.</em> Di Bandung lengkap sekali faktor-faktor yang bisa mengundangnya. Contoh saja, kulkas, alat elektronik yang sekarang termasuk bahan primer dalam rumah tangga, layaknya televisi. Padahal itu adalah hal kecil yang sewaktu-waktu bisa menjadi bom bagi lingkungan kita saat ini.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;">Pemerintah bandung, kapan masalah sampah ini ditanggulangi? Apa menunggu Bandung menjadi lautan sampah? Atau di bakar lagi supaya sampah mampus dan Bandung menjadi lautan api lagi?</p>
<p><em><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';">Halo-halo Bandung. Ibu kota periangan. Sudah lama beta tidak berjumpa dengan kau. Sekarang telah menjadi lautan sampah. Mari bung tata kembali</span></em></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/kewarganegaraan.wordpress.com/73/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/kewarganegaraan.wordpress.com/73/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kewarganegaraan.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kewarganegaraan.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kewarganegaraan.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kewarganegaraan.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kewarganegaraan.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kewarganegaraan.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kewarganegaraan.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kewarganegaraan.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kewarganegaraan.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kewarganegaraan.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kewarganegaraan.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kewarganegaraan.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kewarganegaraan.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kewarganegaraan.wordpress.com/73/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kewarganegaraan.wordpress.com&amp;blog=2128400&amp;post=73&amp;subd=kewarganegaraan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kewarganegaraan.wordpress.com/2007/12/11/bandung-lautan-api-atau-bandung-lautan-sampah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/35ca95229342ac66d8008ce17b9253e7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kanguwes</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>HAM</title>
		<link>http://kewarganegaraan.wordpress.com/2007/12/11/ham-2/</link>
		<comments>http://kewarganegaraan.wordpress.com/2007/12/11/ham-2/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 Dec 2007 13:55:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kanguwes</dc:creator>
				<category><![CDATA[HAM]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kewarganegaraan.wordpress.com/2007/12/11/ham-2/</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Rifki Akbar  Apa itu sebenarnya HAM di Indonesia? Mungkin pertanyaan itu tidak asing lagi bagi kita semua, bahwa HAM adalah hak azasi apresiasi kita untuk hidup. Tapi permasalahannya siapa yang menentukan HAM itu? Kita sendiri atau ada aturan yang dibuat oleh negara itu sendiri, karena HAM itu adalah menyangkut harkat dan martabat manusia [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kewarganegaraan.wordpress.com&amp;blog=2128400&amp;post=72&amp;subd=kewarganegaraan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;">Oleh : Rifki Akbar<strong><span> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;"><span>Apa itu sebenarnya HAM di Indonesia? Mungkin pertanyaan itu tidak asing lagi bagi kita semua, bahwa HAM adalah hak azasi apresiasi kita untuk hidup. Tapi permasalahannya siapa yang menentukan HAM itu? Kita sendiri atau ada aturan yang dibuat oleh negara itu sendiri, karena HAM itu adalah menyangkut harkat dan martabat manusia itu sendiri. Memang karena kita hidup dalam negara dimana negara itulah yang membuat aturan tentang HAM itu sendiri, dimana menitipkan dirinya pada negaranya sendiri dan juga negara sebagai pemberi jalan solusi untuk masyarakatnya atau memberikan konsekuensi logis bagi masyarakat yang menyangkut harkat dan martabat manusia itu sendiri.</span><span id="more-72"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;"><span>Tapi mari kita lihat kalau negara memang yang menentukan mengenai HAM, apakah negara benar konsisten menjalankan aturannya yang sudah dibuat mengenai HAM?. Seperti hak untuk beragama, hak untuk berekonomi, hak untuk pendidikan dan hak untuk berbudaya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;"><span>Kita lihat sekarang hak untuk berpolitik mengapa yang berpolitik itu hanya orang-orang yang mempunyai kekuasaan? Sedangkan rakyat yang biasa itu selalu dimarjinalkan, dan negara berpolitik itu hanya melihat orang yang memberi keuntungan kepadanya, sekira-kiranya ia menguntungkan negara, maka kelompok tersebut pasti akan dibantu, sedangkan orang yang tidak memberikan keuntungan apa-apa mereka dibiarkan saja tidak pernah dilirik keberadaannya sedikitpun.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;"><span>Terus masalah perekonomian, mengapa di Indonesia sekarang banyak para TKI yang bekerja di luar negeri dan bukan di negaranya sendiri, itu salah satu pertanda bahwa betapa sulitnya mencari nafkah di negeri sendiri dan kemiskinan terus berkembang, pengangguran semakin bertambah mereka tidak terpenuhi kebutuhannya secara finansial, malah justru para pemerintah sendiri memakan uang rakyat itu, semakin bertambah saja kemiskinan di negeri kita, sudah miskin karena materi juga miskin moral.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;"><span>Terus masalah hak untuk beragama, mengapa di negeri kita ini banyak bermunculan agama baru seperti Ahmad Musaddeq contohnya dia mengaku nabi pada dirinya sendiri, terus Lia Eden dan masih banyak yang lainnya. Sebenarnya yang menjadi pertanyaan saya mengapa ini terus terjadi?, ini menandakan negara kurang menanggapi persoalan agama itu sendiri, sebenarnya kalau menurut hemat saya, bahwa ini adalah salah satu bentuk kritik bahwa negara kurang becus menanggapi persoalan agama yang sudah dianggap mapan, bukan seenaknya saja mencap mereka sesat, tapi yang lebih baik adalah mengajak mereka berdialog mengapa orang tersebut melakukan hal seperti itu. Karena kita seenaknya saja mencap mereka sesat, yang menjadi persoalannya adalah seperti apakah yang sesat itu? Karena menurut hemat saya sekarang susah membedakan mana yang sesat dan mana yang tidak sesat, karena sekarang suka tertukar antara yang sesat justru dia tidak sesat dan yang tidak sesat justru merekalah yang sesat. Atau aliran-aliran baru ini muncul justru salah satu politik tertentu untuk kepentingan orang atau kelompok yang ada dibalik layar entah itu siapa.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;"><span>Terus hak pendidikan kita lihat contohnya banyak anak-anak pengamen yang putus sekolahnya karena mereka tidak sanggup untuk membayar uang sekolah dan juga menghidupi dirinya dan keluarganya, tapi mengapa justru negara cuek-cuek saja dengan rakyatnya yang demikian, mengapa saya selalu menyangkut pautkan negara, karena negara adalah struktur-struktur pemerintahan, menteri-menteri dan yang lainnya, dipercayakan untuk mengurus dan memberikan konsekuensi logis oleh rakyatnya, nah sekarang salah satunya masalah pendidikan mengapa masih banyak peserta didik yang putus sekolah, bagaimana negara itu sendiri akan berkembang kalau rakyatnya sendiri bodoh-bodoh, karena anak-anak itu adalah salah satu aset negara, mengapa, karena masa depan negara itu sendiri ada di tangan anak-anak sebagai generasi penerus bangsa kita.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;"><span>Terus masalah hak untuk berbudaya. Di Indonesia kaya akan yang namanya budaya tapi jusrtu mengapa sering terjadi peperangan antara etnis di negeri kita ini, seperti konflik antara etnis Madura dan Dayak dimana di sana terjadi suatu pertengkaran yang sengit bahkan saling membunuh satu sama lain karena etnis <span><span class="yshortcuts">Dayak</span></span> merasa dirugikan oleh etnis Madura, mengapa di negara kita ini kaya akan budaya tapi rentan dengan yang namanya konflik. Memang kalau kita lihat mengapa etnis budaya negeri kita rentan dengan konflik. (1) jika tidak ada identifikasi terhadap kelompok, maka yang akan terjadi apa yang dinamakan dengan <em>miss understanding</em>. (2) tidak ada katalisator akan juga terjadinya konflik karena etnis itu cenderung selalu bersifat primordial, yaitu selalu mengagungkan etnis sendiri dan itu juga akan menimbulkan konflik.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;"><span>Dalam ilmu sosial dan antropologi masyarakat itu selalu ada 2 relasi :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.75in;text-align:justify;line-height:150%;"><span>1.<span></span><span style="font-size:7pt;line-height:150%;">      </span></span><span>Relasi Individual Vs Kelompok</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.75in;text-align:justify;line-height:150%;"><span>2.<span></span><span style="font-size:7pt;line-height:150%;">      </span></span><span>Relasi Kelompok Vs Kelompok</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;"><span>Relasi individual Vs kelompok itu bersifat laten dimana akan terjadi cra berfikir dan paradigma. Dari cara berfikir dan paradigma tersebut akan terbentuk sistem nilai dimana sistem nilai itu akan menjadi barometer bagi etnis tersebut, otomatis ada islam Vs Jawa, Islam Vs Sunda, Islam Vs Madura dan sebagainya. Disini islam telah terjadi berbagai persepsi dari berbagai sistem etnis itu sendiri. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;"><span>Relasi kelompok Vs Kelompok. Relasi ini bersifat manifest, tapi dalam relasi kelompok ini sebenarnya tidak ada tujuan untuk kelompok itu sendiri, kebanyakan untuk kepentingan pribadinya sendiri.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;"><span>Sebenarnya konflik antara etnis bukan karena etnis itu sendiri. Ada hal yang lebih penting dari itu sendiri yaitu kepentingan mereka sendiri. Mengapa negara kurang bisa menangani hal itu atau justru negara menetralisir konflik tersebut, kalau negara dapat diuntungkan baik itu keuntungan secara politik, keuntungan secara ekonomi dan secara budaya. Atau seolah-olah negara atau para penguasa itu sendiri yang membuat konflik antar suku. Karena negara identik dengan status quo, yaitu birokrat yang mempunyai payung hukum, eksekutif yang mempunyai kekuasaan dan para pemilik modal yang menguasai ekonomi. Kalau hal ini memang benar adanya berarti negara sudah mendiskriminasi rakyatnya sendiri dan tidak konsisten dengan aturan yang dibuatnya mengenai HAM.</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/kewarganegaraan.wordpress.com/72/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/kewarganegaraan.wordpress.com/72/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kewarganegaraan.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kewarganegaraan.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kewarganegaraan.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kewarganegaraan.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kewarganegaraan.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kewarganegaraan.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kewarganegaraan.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kewarganegaraan.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kewarganegaraan.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kewarganegaraan.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kewarganegaraan.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kewarganegaraan.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kewarganegaraan.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kewarganegaraan.wordpress.com/72/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kewarganegaraan.wordpress.com&amp;blog=2128400&amp;post=72&amp;subd=kewarganegaraan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kewarganegaraan.wordpress.com/2007/12/11/ham-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/35ca95229342ac66d8008ce17b9253e7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kanguwes</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>GLOBALISASI</title>
		<link>http://kewarganegaraan.wordpress.com/2007/12/05/globalisasi/</link>
		<comments>http://kewarganegaraan.wordpress.com/2007/12/05/globalisasi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Dec 2007 10:07:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kanguwes</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ideologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kewarganegaraan.wordpress.com/2007/12/05/globalisasi/</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Rini Andrika   Suatu perubahan yang terjadi dalam skala besar yang dapat kita rasakan dan kita gunakan serta kita manfaatkan dalam kehidupan kita saat ini dan masa depan. Seperti dalam contoh teknologi yang sangat tinggi dan semakin berkembang dan maju. Yaitu teknologi tinggi semisal Hand Phone, komputer, televisi dan sebagainya yang sangat membantu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kewarganegaraan.wordpress.com&amp;blog=2128400&amp;post=71&amp;subd=kewarganegaraan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:center;text-indent:9pt;line-height:150%;" align="center">Oleh : Rini Andrika</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;text-indent:9pt;line-height:150%;" align="center"><strong> </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">Suatu perubahan yang terjadi dalam skala besar yang dapat kita rasakan dan kita gunakan serta kita manfaatkan dalam kehidupan kita saat ini dan masa depan. <span>Seperti dalam contoh teknologi yang sangat tinggi dan semakin berkembang dan maju. Yaitu teknologi tinggi semisal Hand Phone, komputer, televisi dan sebagainya yang sangat membantu dalam kehidupan kita sehari-hari. Dalam bidang ekonomi yang semakin menanjak sperti para investor, tidak perlu bertransaksi secara langsung, cukup hanya dengan melalui media seperti komputer, yang mempunyai jaringan akses internet secara online. Dengan kata lain, komputer sebagai fasilitas pembantu untuk usahanya, selain itu kita dapat mengakses informasi sebanyak dan seluas mungkin dari pihak luar. Namun adakalanya banyak oknum yang tidak bertanggung jawab dengan menyalah gunakan teknologi tersebut seperti di dalam teknik informatika yang di salah gunakan dengan menyebarkan vidio-vidio syur, atau dengan menyebarkan semacam virus komputer yang dapat merusak softwere.</span><span id="more-71"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span>Adapun kemajuan di bidang industri, dimana setiap perusahaan industri hampir semuanaya menggunakan mesin-mesin, sehingga terjadinya dehumanisasi atau yang di sebut tenaga mesin yang bertekologi tinggi dimana dengan adanya dehuanisasi ini menjadikan derajat manusia tidak dihargai. Contohnya, seperti perusahaan pencetakan foto yang lebih suka mengggunakan foto digital yang langsung instan tanpa harus menunggu waktu yang lama. Ataupun di sebuah perusahaan rokok lintingan di Indonesia seperti di kota-kota besar yaitu <span class="yshortcuts"><span style="cursor:pointer;">Jakarta</span></span>, <span class="yshortcuts"><span style="cursor:pointer;">Bandung</span></span>, <span class="yshortcuts"><span style="cursor:pointer;">Surabaya</span></span> yang nyaris gulung tikar di akibatkan dehumanisasi tersebut. Bahkan pihak perusahaan sudah mulai mengurangi jumlah karyawannya, maka akibatnya pengangguran mulai semakin nyata dan kan semakin bertambahlah jumlah kemiskinan di Negara Indonesia ini.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span>Dan ini semakin membuat Negara kita menjadi terbelakang. Selain itu di bidang ekonomi, berkembang nilai-nilai konsumerisme sehingga para konsumen lebih memilih untuk berbelanja di swalayan daripada di pasar lokal atau tradiasional. Ini mengakibatkan terjadinya penurunan konsumen di pasar lokal itu sendiri. Tidak hanya itu, kemajuan teknologi penerangan yang kita rasakan seperti listrik adalah efek dari globalisasi dimana kita dapat melakukan suatu aktifitas di siang khususnya malam hari. Tentunya itu semua mengggunakan teknologi mutakhir yang tidak hanya dengan tenaga air, listrik juga bisa di pasok ke berbagai daerah terpencil, tenaga uap bahkan tenaga nuklir sekalipun dapat di manfaatkan untuk teknologi di bidang ini.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span>Dalam bidang kesehatan pun globalisai bisa di rasakan. Dahulu kita sering menggunakan obat-obatan tradisinoal, namun kini bukan hanya obat-obatan yang berasal dari alam saja namun juga obat-obatan kimiawi hasil dari pengolahan mikro organisme yang di sterilisasi dapat juga di manfaatkan untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Kan tetapi, penggunaan obat-obatan tersebut menimbulkan efek samping apabila tidak mengkuti aturan pemakain. Dalam bidang astronomi pun, globalisai ikut andil seperti dalam mempelajari benda-benda langit. Contohnya bintang Bimasakti, Asteroid, komet dan sebagainya, yang sangat membantu bagi orang-orang yang mempelajarinya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span>Dari segi budaya pun sangat berpengaruh dengan adanya teknologi, karena dengan adanya media elektronik yang semakin merakyat memudahkan masyarakat <span class="yshortcuts"><span style="cursor:pointer;">Indonesia</span></span> untuk mengenal budaya-budaya dari luar yang di tayangkan di media itu sendiri, seperti televisi, radio atau internet sekalipun. Namun kebanyakan tayangan tersebut kurang mendidik dan cenderung merusak moral bangsa karena banyak meniru budaya-budaya barat.sehngga dikalangan remaja terjadi dekadensi moral atau terjerumus ke dalam pergaulan bebas, yang dapat menghilangkan jati diri budaya bangsa itu sendiri.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span>Walaupun globalisai itu banyak mengakibatkan perubahan teknologi yang semakin maju, akan tetapi semua itu tidak terlepas dari perhatian pemerintah yang kiranya harus memfilter terlebih dahulu budaya-budaya asing (Barat) yang masuk melalui media, khususnya media elektronik, agar budaya asing yang masuk tidak mudah untuk diserap oleh masyarakat. Selain itu pemerintah harus membangun kualitas SDM melalui pendidikan agar di Era globalisasi ini negara kita tidak terbelakang seperti memberikan keterampilan hidup (life skill) agar mampu menciptakan kreatifitas dan kemandirian.</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/kewarganegaraan.wordpress.com/71/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/kewarganegaraan.wordpress.com/71/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kewarganegaraan.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kewarganegaraan.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kewarganegaraan.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kewarganegaraan.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kewarganegaraan.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kewarganegaraan.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kewarganegaraan.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kewarganegaraan.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kewarganegaraan.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kewarganegaraan.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kewarganegaraan.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kewarganegaraan.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kewarganegaraan.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kewarganegaraan.wordpress.com/71/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kewarganegaraan.wordpress.com&amp;blog=2128400&amp;post=71&amp;subd=kewarganegaraan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kewarganegaraan.wordpress.com/2007/12/05/globalisasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/35ca95229342ac66d8008ce17b9253e7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kanguwes</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>ELPIJI ATAU MINYAK TANAH ???</title>
		<link>http://kewarganegaraan.wordpress.com/2007/12/05/elpiji-atau-minyak-tanah/</link>
		<comments>http://kewarganegaraan.wordpress.com/2007/12/05/elpiji-atau-minyak-tanah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Dec 2007 10:06:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kanguwes</dc:creator>
				<category><![CDATA[Warga Negara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kewarganegaraan.wordpress.com/2007/12/05/elpiji-atau-minyak-tanah/</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : VIRA RAHAYU               Mungkin untuk kalangan menengah keatas , gas elpiji  tidak terlau menjadi beban untuk bahan baker memasak sehari-hari , tetapi bagi seorang ibu rumah tangga yang penghasilan suaminya perhari hanya Rp.10.000 dan harus memprioritaskan mana yang lebih dibutuhkan , maka bagimereka cukup membeli minyak tanah  seharga  Rp.2500 perliter untuk sekali [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kewarganegaraan.wordpress.com&amp;blog=2128400&amp;post=70&amp;subd=kewarganegaraan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Oleh :</span> VIRA RAHAYU</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>            </strong>Mungkin untuk kalangan menengah keatas , gas elpiji  tidak terlau menjadi beban untuk bahan baker memasak sehari-hari , tetapi bagi seorang ibu rumah tangga yang penghasilan suaminya perhari hanya Rp.10.000 dan harus memprioritaskan mana yang lebih dibutuhkan , maka bagimereka cukup membeli minyak tanah  seharga  Rp.2500 perliter untuk sekali memasak , bahkan menurut mereka minyak setengah liter saja cukup untuk memasak di <em>hawu</em> (<em>tungku api untuk memasak dalam bahasa sunda</em>).<span id="more-70"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Niat pemerintah untuk mensejahterakan masyarakat itu usaha yang baik , akan tetapi bukti <em>real </em>dilapangan mereka lebih nyaman memasak dengan menggunakan minyak tanah sebagai bahan bakar yang digunakan untuk memasak sehari-hari , bahkan di stasiun televisi telah ditayangkan iklan untuk menarik perhaitan para pengguna gas elpiji tersebut , akan tetapi yang mereka lakukan adalah hanya tidak ingin nantinya memiliki beban untuk menganggarkan penghasilan mereka untuk memebeli isi ulang gas elpiji tersebut.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">            Pada dasarnya konfersi gas elpiji ini untuk meringankan warga yang penghasilan ekonominya dibawah rata-rata , akan tetapi seharusnya sebelum diadakan konfersi gas elpiji yang sekarang sudah menyebar didaerah-daerah terutama yang di dominasi penghasilan perharinya masih labil. baiknya diadakan survei langsung ke daerah-daerah tersebut agar gas elpiji yang akan di konfersikan dan di pasarkan tidak <em>mubazir</em>.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Bukan uang yang sedikit tentunya, dana yang dikeluarkan  untuk konfersi gas elpiji tersebut, jika saja dana tersebut dipakai untuk hal lain yang lebih bermanfaat mungkin pengeluaran yang digunakan tidak sia-sia, bukan berarti konfersi gas elpiji ini tidak bermanfaat, akan tetapi kurang berperan untuk dikonsumsi oleh penduduk yang tadinya diperkirakan akan menyambut baik hadirnya sebuah usaha pemerintah untuk memperbaiki keadaan ekonomi yang semakin terpuruk setelah ini terjadi, apa mau dikata? Ternyata pemerintah harus keras dan lebih berusaha dalam memperbaiki dan mensejahterakan warga negara yang hingga saat ini system ekonominya masih diragukan untuk mencapai stabilitas ekonomi yang diharapkan oleh penerintah, ada baiknya gas elpiji yang tidak terpakai atau tidak dikonsumsi dijual saja agar terjadi balik modal, dan dana balik modal tersebut dapat digunakan untuk keperluan lain yang dibutuhkan oleh warga negara Indonesia yang memang benar-benar memerlukan dana tersebut untuk hal lain yang lebih bermanfaat.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">            Alangkah baiknya pemerintah selalu mengingatkan warga negara Indonesia untuk selalu bersyukur kepada Tuhan akan segala karunia dan nikmat yang diberikan kepada mereka, <em>“Karena Tuhan akan memberikan nikmat kepada ummat manusia jika manusia itu bersyukur, sebaliknya jika manusia mengingkari nikmat yang Tuhan berikan maka</em> <em>Tuhan akan memberikan azab yang sangat pedih”.</em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">            Mudah-mudahan usaha pemerintah berikutnya untuk mensejahterakan rakyatnya dapat disambut baik oleh warga negara Indonesia.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/kewarganegaraan.wordpress.com/70/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/kewarganegaraan.wordpress.com/70/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kewarganegaraan.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kewarganegaraan.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kewarganegaraan.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kewarganegaraan.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kewarganegaraan.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kewarganegaraan.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kewarganegaraan.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kewarganegaraan.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kewarganegaraan.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kewarganegaraan.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kewarganegaraan.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kewarganegaraan.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kewarganegaraan.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kewarganegaraan.wordpress.com/70/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kewarganegaraan.wordpress.com&amp;blog=2128400&amp;post=70&amp;subd=kewarganegaraan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kewarganegaraan.wordpress.com/2007/12/05/elpiji-atau-minyak-tanah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/35ca95229342ac66d8008ce17b9253e7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kanguwes</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KEBERHASILAN  DAN TANTANGAN PONDOK MODEREN GONTOR DALAM MENCETAK KADER UMAT</title>
		<link>http://kewarganegaraan.wordpress.com/2007/12/05/keberhasilan-dan-tantangan-pondok-moderen-gontor-dalam-mencetak-kader-umat/</link>
		<comments>http://kewarganegaraan.wordpress.com/2007/12/05/keberhasilan-dan-tantangan-pondok-moderen-gontor-dalam-mencetak-kader-umat/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Dec 2007 10:02:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kanguwes</dc:creator>
				<category><![CDATA[Negara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kewarganegaraan.wordpress.com/2007/12/05/keberhasilan-dan-tantangan-pondok-moderen-gontor-dalam-mencetak-kader-umat/</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : San San Syamsul  M   Pesantren Darussalam, yang lebih dikenal dengan sebutan pondok Gontor, karena  letaknya di Gontor, Ponorogo Jawa Timur telah memberi banyak kontribusi dan jasanya dalam membangun bangsa. Sebagai pesantren sekaligus lembaga strategis untuk kaderisasi sumber daya manusia (SDM), Gontor telah membuktikan kemampuannya dalam mewujudkan manusia yang saleh dengan dua model [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kewarganegaraan.wordpress.com&amp;blog=2128400&amp;post=69&amp;subd=kewarganegaraan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span>Oleh : </span>San San Syamsul  M</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong> </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:12pt;text-align:justify;text-indent:36pt;">Pesantren Darussalam, yang lebih dikenal dengan sebutan pondok Gontor, karena  letaknya di Gontor, <span class="yshortcuts"><span style="cursor:pointer;">Ponorogo Jawa Timur</span></span> telah memberi banyak kontribusi dan jasanya dalam membangun bangsa. Sebagai pesantren sekaligus lembaga strategis untuk kaderisasi sumber daya manusia (SDM), Gontor telah membuktikan kemampuannya dalam mewujudkan manusia yang saleh dengan dua model spesialisasi: ulama dalam bidang syariat dan ulama dalam bidang ilmu kauniah. Meski kadang harus menghadapi masalah-masalah psikologis dalam pondok, para santri juga para guru di Gontor tetap melaksanakan tugas-tugas kesehariannya penuh ceria. Sejak tahun pertama, para santri diberi arahan lewat pelajaran seperti mahfuzhat: ash shobru kash shobiri murrun fi madzaqotihi, lakin &#8216;awaqibuhu ahla minal &#8216;asali, (sabar itu ibarat minuman yang sangat pahit rasanya, tetapi dampak pengaruhnya lebih manis dari madu)&#8221;. Ketenteraman para santri dirasakan dengan segala agenda yang padat, program pesantren yang sarat dengan nilai-nilai edukasi, dan nuansa sosial yang membekas sampai saat mereka menjadi alumni. Ketenteraman saat menjadi alumni dirasakan dengan suasana keakraban dan kebersamaan, meskipun mereka berada di tempat yang berjauhan.<span id="more-69"></span></p>
<p>Dalam perjalanan sejarah, pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam strategis untuk mewujudkan generasi Muslim yang siap menjalankan amanat kehidupan. Pesantren memiliki banyak fungsi yang sangat tinggi nilai dan martabatnya dalam dunia pendidikan. Setidaknya ada tiga fungsi utama pesantren untuk merealisasi tujuan mulianya dalam mewjudkan kekuatan sumber daya manusia pada semua aspeknya. Ketiganya adalah fungsi taklim (pengajaran ilmu pengetahuan yang dibutuhkan santri), fungsi tarbiyah (yaitu mendidik santri, agar mereka terarah dan terbimbing), fungsi Lembaga Dakwah Islam yang melayani masyarakat. Fungsi pengajaran yang dilakukan Pondok Modern Gontor adalah penyampaian ilmu agama yang memadai juga pengetahuan umum serta ilmu-ilmu terapan yang disampaikan secara tidak langsung lewat berbagai macam aktivitas. Keberhasilan pelaksanaan fungsi ini sangat ditentukan oleh keharmonisan hubungan antara guru, santri dan materi-materi itu sendiri. Pondok bukan hotel, karena pondok didirikan santri. Pondok adalah tempat berlatih menjadi orang yang suka dan pandai menolong, bukan yang hanya selalu minta ditolong. Ajaran atau didikan yang utama di pondok ialah tidak menggantungkan diri kepada orang lain.</p>
<p>Kemajuan zaman telah ditandai oleh pesatnya perkembangan pengetahuan, teknologi dan kecanggihan sistem informasi. Di satu sisi, kemajuan tersebut tidak sedikit memberikan manfaat bagi kehidupan manusia masa kini. Di sisi lain, kemajuan tersebut banyak menimbulkan masalah sosial yang serius, terutama liberalisasi pola hidup anak-anak remaja. Hedonisme merupakan gejala kehidupan remaja yang diakibatkan oleh kosongnya remaja dari nilai-nilai agama. Prinsip para remaja yang menganggap bahwa masa muda adalah masa bersenang-senang, membuat kalangan remaja sulit diarahkan. Hal ini menjadi salah satu tantangan bagi pendidikan pesantren. Tantangan lain berupa kehidupan yang semakin permisif. Pergaulan bebas, narkoba, dan sejenisnya, lahir akibat pola hidup yang permisif. Para remaja masa kini juga punya kebiasaan hura-hura.Tantangan itu dilengkapi dengan persoalan kependudukan di <span class="yshortcuts"><span style="cursor:pointer;">Indonesia</span></span> yang semakin kompleks dan kualitas masyarakat yang memprihatinkan.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:12pt;text-align:justify;text-indent:36pt;">Pondok Modern Gontor hendaknya mencanangkan dalam visinya untuk menjadi pesantren yang berfungsi sebagai research university untuk meningkatkan profesionalisme SDM Pendidikan Islam. Hal ini penting karena begitu besar harapan masyarakat terhadap Pondok Modern Gontor. Tantangan yang mengglobal tersebut menuntut kerja keras dalam mewujudkan santri pemimpin dan pelopor yang berdaya intelektual dan berwawasan Islam moderat. Gontor dituntut menampilkkan santri yang memiliki semangat juang dan pengorbanan untuk izzul Islam dan Muslimin.</p>
<p>Keberhasilan penyampaian pesan sangat bergantung pada cara penyampaiannya. Karenanya memahami metode pembinaan merupakan keniscayaan, dengan memperhatikan aspek-aspek psikologi perkembangan anak didik. Sesuai dengan makna tarbiyah yakni memiliki mendidik, menjaga, memelihara dan mengarahkan, maka penulis melihat bahwa metode pembinaan yang tepat untuk anak memerlukan beberapa hal.<br />
<strong>Pertama</strong>, <em>keteladanan</em>. Anak selalu melihat dan memperhatikan sikap dan perilaku figur. Figur yang paling dekat dengannya adalah orang tuanya sendiri. Meski secara psikologis anak remaja mulai terlihat renggang hubungan dengan orang tuanya, tetapi tetap saja anak akan melihat orang yang sering ia lihat yaitu orang tuanya. Ia akan bercermin kepada orang tuannya, karenanya perlu tampilan yang baik dan keteladanan dari orang tua.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:12pt;text-align:justify;text-indent:36pt;"><strong>Kedua</strong><em> adalah pembiasaan</em>, yaitu penjadwalan suatu pekerjaan agar menjadi tingkah laku yang terpola. Hal ini penting agar dapat membentuk karakter anak menjadi disiplin dan taat menjalankan tugas. <strong>Ketiga</strong><em> perlu nasihat</em>. Masa kanak-kanak adalah masa penuh dengan kegembiraan. Bagaimanapun keadaannya, mereka tetap membutuhkan bimbingan dan nasihat dari pendidiknya.<strong>Keempat</strong> <em>adalah pengawasan</em> yang dilakukan untuk melihat sejauh mana efektivitas pembinaan terhadap anak remaja yang telah dilakukan para pendidik. Pengawasan di sini bukan berarti pendiktean anak remaja, tetapi lebih dari pada tindakan evaluatif yang direkayasa secara dialogis. <strong>Kelima </strong><em>pemberian hukuman</em>, yaitu pemberlakuan konsekuensi pelanggaran yang dilakukan anak didik yang meninggalkan kewajiban-kewajiban yang harus dilakukannya. Pemberian hukuman (punishment) ini hendaknya diimbangi dengan pemberian penghargaan (reward), sehingga anak merasa dihargai eksistensi dan perilakunya. <span class="yshortcuts"><span style="cursor:pointer;">Target</span></span> dari metode ini adalah agar anak berlatih memikul tanggung jawab dalam hidup.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:12pt;text-align:justify;text-indent:36pt;">Label modern membuat Pondok Gontor dituntut melaksanakan fungsi pengajaran dan pendidikan lebih metodologis dan lebih aktif melaksanakan nilai-nilai pendidikan yang akrab dengan <span class="yshortcuts"><span style="cursor:pointer;">lima</span></span> ciri. Gontor harus interaktif. Kegiatan pembinaan mengembangkan suasana interaktif baik antara pendidik dan anak didik, anak didik dan materi pembahasan, murid dan media, juga sesama peserta didik.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:12pt;text-align:justify;text-indent:36pt;">Gontor juga harus atraktif, yaitu mengembangkan kegiatan yang mampu menarik perhatian anak didik. Kegiatan pembinaan yang monoton dan membosankan akan menurunkan minat dan perhatian anak. Lembaga tersebut juga harus stimulatif, yakni merangsang murid untuk bertindak proaktif mencari lebih lanjut berbagai permasalahan yang sedang diajarkan.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:12pt;text-align:justify;text-indent:36pt;">Selanjutnya, pesantren tersebut juga harus fasilitatif, yaitu mendukung kegiatan belajar dengan menyediakan berbagai fasilitas yang diperlukan: alat peraga, laboratorium, kunjungan, pengamatan, multimedia, penghargaan. Yang terakhir, pesantren itu harus evaluatif, yaitu melakukan evaluasi yang sistematis dan efektif. Evaluasi ini tidak hanya terfokus pada hasil, namun juga terhadap proses, sehingga akan memberikan umpan balik bagi efektivitas metode yang digunakan.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:12pt;text-align:justify;text-indent:36pt;">Semua itu dilakukan berdasarkan pola asuh yang dikenal dalam ilmu pendidikan Islam dan sangat sesuai dengan fase-fase usia anak. Ali bin Abi Thalib memberikan sebuah tawaran pola pembinaan anak dalam sebuah ungkapannya yang masyhur: &#8220;Ajaklah anak bermain pada tujuh tahun pertama, disiplinkanlah anak pada tujuh tahun kedua dan bersahabatlah pada anak usia 7 tahun ketiga&#8221;.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/kewarganegaraan.wordpress.com/69/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/kewarganegaraan.wordpress.com/69/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kewarganegaraan.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kewarganegaraan.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kewarganegaraan.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kewarganegaraan.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kewarganegaraan.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kewarganegaraan.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kewarganegaraan.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kewarganegaraan.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kewarganegaraan.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kewarganegaraan.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kewarganegaraan.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kewarganegaraan.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kewarganegaraan.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kewarganegaraan.wordpress.com/69/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kewarganegaraan.wordpress.com&amp;blog=2128400&amp;post=69&amp;subd=kewarganegaraan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kewarganegaraan.wordpress.com/2007/12/05/keberhasilan-dan-tantangan-pondok-moderen-gontor-dalam-mencetak-kader-umat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/35ca95229342ac66d8008ce17b9253e7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kanguwes</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PENDIDIKAN PLURALISME BAGI ANAK ANAK</title>
		<link>http://kewarganegaraan.wordpress.com/2007/12/05/pendidikan-pluralisme-bagi-anak-anak/</link>
		<comments>http://kewarganegaraan.wordpress.com/2007/12/05/pendidikan-pluralisme-bagi-anak-anak/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Dec 2007 09:56:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kanguwes</dc:creator>
				<category><![CDATA[Warga Negara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kewarganegaraan.wordpress.com/2007/12/05/pendidikan-pluralisme-bagi-anak-anak/</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Cahyadinata   Tidak ada masa depan pluralisme jika anak-anak kita tidak diajarkan semgat toleransi dan solideritas. Pluralisme adalah tantangan bagi agama-agama, yang harus direspon dengan arif dan bijak. Toleransi dan solideritas tidak hanya dibangun di antara kelompok yang sama, melainkan di seliruh kelompok masyarakat, dalam kedudukan apa pun, dalam identitas apa pun, dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kewarganegaraan.wordpress.com&amp;blog=2128400&amp;post=68&amp;subd=kewarganegaraan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:center;text-indent:36pt;" align="center"><span>Oleh : </span><span>Cahyadinata  </span><span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">
Tidak ada masa depan pluralisme jika anak-anak kita tidak diajarkan semgat toleransi dan solideritas. Pluralisme adalah tantangan bagi agama-agama, yang harus direspon dengan arif dan bijak. Toleransi dan solideritas tidak hanya dibangun di antara kelompok yang sama, melainkan di seliruh kelompok masyarakat, dalam kedudukan apa pun, dalam identitas apa pun, dan dimana pun. Pada semua manusia dan anak-anak, harus ditanamkan sikap toleransi antarumat beragama, sekaligus hidup beragama secara sungguh-sungguh. Masa kritis bagi pengembangan kognitif, mental, dan moral anak-anak, terjadi pada usia 6 sampai 12 tahun. Pada masa itu terjadi transisi kognitif, wawasan kian luas, anak mulai memahami persoalan yang lebih kompleks. Anak seharusnya mulai memahami apa yang dilihatnya dengan menggunakan logika, rasio, dan tidak lagi dengan fantasi, ilusi apalagi mistik. Sayangnya televiai di tanah air bukanlah lingkungan dan tontonan yang sehat untuk anak-anak masa kini.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">
Anak seharusnya mulai mampu dan menilai sesuatu dari sudut oandang yang berbeda. Tidak hanya terpusat pada diri sendiri. Oleh karenanya, masa masa ini sungguh momentum yang tepat untukmenanamkan nilai-nilai moral yang universal, seperti cinta kasih, perasaan kasihan, kejujuran empati, toleransi, keharmonisan, persaudaraan, kedamaian, pluralisme, demokrasi serta nilai-nilai moral agama yang ditanamkan oleh orangtua. Oleh karebna itu, perlu penanaman nilai moral terhadap anak-anak yang sedini myngkin. Nilai-nilai universal itu harus dimiliki oleh anak-anak <span class="yshortcuts"><span style="cursor:pointer;">Indonesia</span></span> yang hidup di dalam pluralisme local maupun global.</p>
<p>Akan tetapi, proses penanaman nilai bukanlah perkara mudah. Banyak factor yang turut berperan dalam proses pembentukan nilai dalam diri seorang anak, mulai dari factor pendidikan di keluarga hingga pendidikan formal di sekolah. Dalam paradigma kini, pendidikan agama lebih ditekankan kepada moral improvement. Bila dalam paradigma lama, metode pengembangan mini agama lebih bersifat emosional dan sering kurang jujur melihat agama-agama lain, dalam paradigma baru yang prlu dikembangkan adalah metode kebijaksanaan, keteladanan, dan dialog. Oleh karena itu, pemaksaan, indoktrinasi, dan debat tidak mendapat tempat dalam paradigma baru ini. </p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:12pt;text-align:justify;text-indent:36pt;">Asumsi kita selama ini, penanaman dasar-dasar pendidikan agama sebagai kerangka pembentukan watak dan sikap kepribadian, telah dilaksanakan dengan intensif pada tingkat dasar, yang mungkin diteruskan pada tingkat menengah dan perguruan tinggi. Namun, di tingkat mana pun, sebaiknya pendidikan agama harus lebih berorientasi untuk menumbuhkan wawasan keagamaan dalam kaitan dengan religious intellectual building. Oleh karena itu, selain mungkin lebih cocok disajikan dalam kelas kelas seminar dan evaluasi melalui karya tulis, materi kuliah agama itu hendaknya bersifat perspektif. Misalnya, islam dalam perspektif kebudayaan, sejarah, sains, dan lain sebagainya. Dalam menumbuhkan religiositas anak tersebut, bentuk-bentuk kunjungan sosial, seperti ke rumah jompo, lokasi bencana alam, permukiman kumuh, pusat-pusat pengembangan teknologi kontemporer, tentunya juga bermanfaat. Ini adalah cara visual untuk &#8220;memberi pelajaran agama&#8221;, yang sekaligus dapat menghidupkan rasa kepekaan sosial, rasa mencintai sains, dan seterusnya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Masalah pendidikan agama berkaitan dengan menanamkan nilai-nilai dan penanaman adab bagi generasi penerus, maka sudah waktunya sisitem pendidikan guru agama juga harus memandang aspek pandangan budaya. Kalaupun kal itu sudah ada, porsinya harus ditambah. Dengan demikian, pendidikan agama tidak sekedar proses belajar mengajar agama, apalagi dalam konsep schooling, tetapi lebih menrupakan proses inkulturasi dan akulturasi, yaitu proses memperadabkan generasi. Kehidupan beragama yang sangat rutin, bila tanpa keprihatinan yang melahirkan tanggung jawab, toleransi, dan solidaritas sosial, akan terasa hambar. Oleh karena itu, marilah kita kaum agama menjadi guru yang cerdas dan arif bagi anak-anak generasi global dan borderless world ini, menjadikan anak yakin dengan agamanya dan orang lain juga yakin terhadap agama mereka. </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em>Wassalam…!!</em></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/kewarganegaraan.wordpress.com/68/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/kewarganegaraan.wordpress.com/68/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kewarganegaraan.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kewarganegaraan.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kewarganegaraan.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kewarganegaraan.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kewarganegaraan.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kewarganegaraan.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kewarganegaraan.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kewarganegaraan.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kewarganegaraan.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kewarganegaraan.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kewarganegaraan.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kewarganegaraan.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kewarganegaraan.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kewarganegaraan.wordpress.com/68/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kewarganegaraan.wordpress.com&amp;blog=2128400&amp;post=68&amp;subd=kewarganegaraan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kewarganegaraan.wordpress.com/2007/12/05/pendidikan-pluralisme-bagi-anak-anak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/35ca95229342ac66d8008ce17b9253e7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kanguwes</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Di Balik Nama Agung HAM Di Indonesia</title>
		<link>http://kewarganegaraan.wordpress.com/2007/12/05/di-balik-nama-agung-ham-di-indonesia/</link>
		<comments>http://kewarganegaraan.wordpress.com/2007/12/05/di-balik-nama-agung-ham-di-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Dec 2007 09:53:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kanguwes</dc:creator>
				<category><![CDATA[HAM]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kewarganegaraan.wordpress.com/2007/12/05/di-balik-nama-agung-ham-di-indonesia/</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Faqih Shofiyah  Indahnya alam Indonesia, membentang luas hamparan zamrud khatulistiwa. Masyarakat yang ramah, sopan santun adalah ciri khas masyarakat Indonesia.  Itulah sepenggal ungkapan tentang indahnya pesona alam Indonesia . Bahkan di tahun 90-an, ungkapan seperti itu sering kita dengar sebagai sebuah jingle iklan sebuah produk makanan. Tak ada salahnya, kita sebagai warga Negara mengelu-elukan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kewarganegaraan.wordpress.com&amp;blog=2128400&amp;post=67&amp;subd=kewarganegaraan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center">Oleh: Faqih Shofiyah</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"> <em>Indahnya alam <span><span class="yshortcuts">Indonesia</span></span>, membentang luas hamparan zamrud khatulistiwa. Masyarakat yang ramah, sopan santun adalah ciri khas masyarakat <span class="yshortcuts"><span>Indonesia</span></span>.</em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"> Itulah sepenggal ungkapan tentang indahnya pesona alam <span><span class="yshortcuts">Indonesia</span></span> . Bahkan di tahun 90-an, ungkapan seperti itu sering kita dengar sebagai sebuah jingle iklan sebuah produk makanan. Tak ada salahnya, kita sebagai warga Negara mengelu-elukan keindahan bangsa kita sendiri. Jiwa nasionalisme yang tinggi dengan sendirinya akan mendorong kita untuk menginterpretasikan kondisi Negara kita dalam sebuah ungkapan. Seperti halnya warga Negara yang memiliki jiwa nasionalisme yang tidak kalah tingginya, ada banyak hal yang dapat kita interpretasikan tentang Negara kita.<span id="more-67"></span> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">Suatu nilai kebenaran yang memiliki nilai tinggi ketika kita mengungkapkan keindahan alam dan keramah tamahan bangsa kita. Namun, sedikit kita akan melihat sebuah nama agung yang kian lama kian tercoreng oleh munculnya kasus kelas teri sampai kelas kakap, yaitu Hak Azasi Manusia (HAM). <span><span class="yshortcuts">Indonesia</span></span> sebagai salah satu Negara hukum, tentunya menjadi Negara terdepan yang mengagungkan HAM. Namun di satu sisi, bangsa <span><span class="yshortcuts">Indonesia</span></span> sekaligus menjadi Negara terdepan yang menghadirkan kasus-kasus HAM di mata dunia internasional. </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">Kasus Tanjung Priok, kasus Timor Timur sampai kasus tewasnya pejuang HAM Munir, menjadi kasus pelanggaran HAM yang tidak dapat dianggap sepele di <span><span class="yshortcuts">Indonesia</span></span>. Realita tersebut, diperparah dengan banyaknya kasus pelanggaran HAM tersebut yang belum terselesaikan (memiliki kekuatan hukum tetap).para pelaku pelanggaran masih tetap bersembunyi di balik nama agung HAM. Kelalaian aparat hukum dan <em>stakeholder </em> lainnya dimanfaatkan dengan cermat oleh para pelanggar HAM untuk meloloskan diri dari jeratan hukum. </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">Kasus-kasus HAM yang disebut-sebut banyak melibatkan orang-orang besar negeri ini menjadi penyebab hilangnya kekuatan tangan-tangan besi aparat hukum untuk menemukan benang merah kasus-kasus tersebut. </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">Sederhana, kita ambil contoh kasus pelanggaran di kamus terhormat IPDN Jatinangor. Lembaga ini telah memunculkan kasus-kasus pelanggaran HAM di liingkungan praja (anak didik). Ironisnya, kasus-kasus di IPDN baru terbongkar setelah adanya keberanian salah seorang dosen di kampus tersebut yang membeberkan pelanggaran-pelanggaran di IPDN. Setelah ditelusuri, bungkamnya para praja yang menjadi korban, disebabkan adanya ancaman dari senior mereka (kakak kelas). Setelah terbongkar, kasus tersebut menyeret para pembesar kampus tersebut. Terbukti sudah, senioritas menjadi kendala penindakan pelanggaran HAM di Indonesia. </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">Budaya ini telah mengakar dari zaman kasusnya Tanjung Priok sampai kasus-kasus HAM terkini. Namun ada satu kesamaan dari kasus-kasus tersebut yaitu ketidak jelasan dan lambannya penanganan hukum dari kasus tersebut. Kondisi riil Negara menjadi pendorong munculnya kasus-kasus pelanggaran HAM. Degradasi moral, politik yang kotor, premanisme serta disemapingkannya nilai-nilai religius menjadi salah satu penyebab utama munculnya kasus-kasus pelanggaran HAM. </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">Sudah saatnya, para pemangku kewajiban dalam menstabilkan factor-faktor penyebab di atas untuk bertindak cepat dan akurat membentengi para elit serta pelaku bangsa untuk tidak melakukan pelanggaran HAM. </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">Kita nantikan nama agung HAM menjadi pengisi singgasana kemanusiaan yang senantiasa dihormati dan dijinjung tinggi oleh segenap lapisan masyarakat. Tidak ada lagi tempat berlindung para pelanggar HAM di balik nama agungnya.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/kewarganegaraan.wordpress.com/67/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/kewarganegaraan.wordpress.com/67/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kewarganegaraan.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kewarganegaraan.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kewarganegaraan.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kewarganegaraan.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kewarganegaraan.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kewarganegaraan.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kewarganegaraan.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kewarganegaraan.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kewarganegaraan.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kewarganegaraan.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kewarganegaraan.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kewarganegaraan.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kewarganegaraan.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kewarganegaraan.wordpress.com/67/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kewarganegaraan.wordpress.com&amp;blog=2128400&amp;post=67&amp;subd=kewarganegaraan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kewarganegaraan.wordpress.com/2007/12/05/di-balik-nama-agung-ham-di-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/35ca95229342ac66d8008ce17b9253e7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kanguwes</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>CALON PRESIDEN INDEPENDEN MENGAPA DI PERSULIT?</title>
		<link>http://kewarganegaraan.wordpress.com/2007/12/04/calon-presiden-independen-mengapa-di-persulit/</link>
		<comments>http://kewarganegaraan.wordpress.com/2007/12/04/calon-presiden-independen-mengapa-di-persulit/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Dec 2007 10:58:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kanguwes</dc:creator>
				<category><![CDATA[Negara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kewarganegaraan.wordpress.com/2007/12/04/calon-presiden-independen-mengapa-di-persulit/</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Mualif   Meski pemilu 2009 masih agak lama, namun nuansa persaingan para calon presiden sudah menggema. Di samping SBY dan JK, Megawati juga disebut-sebut bakal ikut meramaikan bursa calaon pressiden. Ketiganya  diperkirakan mulus melaju sebagai calon presiden. Mulusnya SBY, JK  dan Megawati adalah suatu hal yang wajar mengingat ketiganya memiliki basis parpol yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kewarganegaraan.wordpress.com&amp;blog=2128400&amp;post=66&amp;subd=kewarganegaraan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span>Oleh : Mualif</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:15pt;line-height:150%;"> </span></strong><br />
<span>Meski pemilu 2009 masih agak lama, namun nuansa persaingan para calon presiden sudah menggema. Di samping SBY dan JK, Megawati juga disebut-sebut bakal ikut meramaikan bursa calaon pressiden. Ketiganya<span>  </span>diperkirakan mulus melaju sebagai calon presiden. Mulusnya SBY, JK <span> </span>dan Megawati adalah suatu hal yang wajar mengingat ketiganya memiliki basis parpol yang jelas. Bagaimana dengan orang-orang yang tidak mempunyai kendaraan politik?</span><span id="more-66"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span>MK telah mengetok palu membolehkan partisipan dari non partai untuk melaju mengikuti persaingan calon presiden. Walau demikian, agaknya masih banyak pihak yang berusaha mengganjal majunya calon independen. Kenyataan ini terbukti dengan sidang-sidang mereka dalam membahas aturan calon independen selalu berusaha mengajukan syarat-syarat yang memperberat calao tersebut. Salah satu contoh dalah persyaratan memberi uang jaminan sampai ratusan juta. Ini jelas sebuah langkah untuk menghambat majunya calon presiden dari non partai.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span>Setiap individu punya hak untuk mencalonkan diri sebagai pemimpin bangsa, kalau ada yang berusaha menghambat bukankah itu mencederai hak azasi seseorang serta mengandung unsur diskriminasi? Kalau kita mau jujur membuka mata dan hati, sesungguhnya tidak semua penduduk negeri ini menyukai terjun ke dunia politik praktis, bahkan mayoritas penduduk muak dengan sepak terjang partai politik. Kalaupun ada yang serius menggeluti politik tujuan mereka tidak memperjuangkan bangsa, tapi memikirkan kebesaran partainya masing-masing. Di samping factor di atas, keengganan masyarakat terjun ke dunia politik juga di pengaruhi tidak adanya suri tauladan yang baik dari mereka. Sudah banyak kasus yang mencoreng kehormatan wakil rakyat, seperti perkelahian di waktu sidang, korupsi dan bahkan perselingkuhan. Benar juga komentar Gus Dur tempo dulu yang pernah mengatakan bahwa DPR tak ubahnya ( TK )Taman Kanak-kanak. Menurutku,itu lebih mending daripada di katakana Taman Kakek-kakek.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span>Kondisi partai politik itulah yang menjadi penyebab masyarakat enggan masuk kancah politik praktis dan berdampak pada minimnya orang-orang berkuwalitas yang memakai bendera politik. Nah, dari sinilah potensi besar justru berasal dari non partai.Banyak orang-orang jujur dan punya dedikasi tinggi membangun bangsa seperti Emha Ainin Najib, Hasyim Muzadi maupun tokoh-tokoh lain yang berada di luar kepartaian. Alangkah sayangnya kalau negeri ini tidak sempat meni’mati sentuhan pikiran-pikiran beliau.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span>Sudah sangat ma’lum, jika seseorang ingin mencalonkan presiden melalui parpol pasti melalui tahap konvensi. Disana pula terjadi tarik ulur kepentingan, kemungkinan besar yang terjadi adalah siapa yang berani memberi kontribusi paling banyak kepada partai, dialah yang lolos dengan mengabaikan sisi profesionalisme orangnya. Kalau dikemudian hari dia terpilih menjadi presiden, maka yang pertama dipikirkan bukanlah bagaimana mensejahterakan rakyat, tapi “ bagaimana uangku bisa kembali dengan cepat” . Dari mata rantai ini pula yang menjadikan KKN sulit di berantas.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span>Pada akhirnya, masyarakat yang dirugikan. Oleh karena itu, sudah saatnya sekarang masyarakat bebas memilih tanpa harus wajib melalui jalur parpol. Masyarakat sudah dewasa, mereka tentu punya keinginan agar pemimpin bangsa ini adalah dia yang mampu memberikan banyak karya. Banyak parpol yang meloloskan calon tidak sesuai dengan keinginan rakyat, bahkan pendukungnya sendiri, disebabkan<span>  </span>standart parpol dalam menentukan pilihan bukan atas kamauan rakyat, tapi berdasar mereka yang berani memberi uang banyak. Ketika muncul calon independent, disanalah kelak pemimpin negeri ini akan terpilih benar-benar demokratis, sebab jika calon independent yang menang berarti calon yang di usung partai memang berlawanan dengan keinginan rakyat dan jika calon yang di usung oleh partai tersebut menang, maka parpol tersebut akan menjadi parpol <span> </span>yang semakin dapat di percaya oleh masyarakat dan cerah masa depannya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span>Calon independen tidak perlu di perberat dengan berbagai nacam persyaratan seperti uang jaminan dan harus mendapat dukungan minimal 3-15 persen, sebab itu tidak ada bedanya dengan seleksi ala parpol yang berakibat<span>  </span>suburnya jargon “ saya harus cepat mengembalikan modal”. Jujur kita akui masyarakat saat ini dalam kondisi belum makmur dan masih rawan untuk dijadikan komoditi suara. Oleh karena itu, pengadaan syarat-syarat calon presiden harus di minimalisir dari kemungkinan-kemungkinan yang membuka peluang beredarnya jual beli suara seperti persyaratan harus didukung minimal sekian persen dengan bukti KTP maupun persyaratan dari parpol yang mengharuskan calonnya harus berani memberi uang pada partai sekian juta. Kalau ini terlaksana, niscaya perebutan presiden kelak tidak lagi didominasi oleh mereka yang berduit saja, tapi orang miskin juga akan mempunyai kesempatan yang sama dan akhirnya akan menelorkan presiden yang benar-benar pilihan rakyat.</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/kewarganegaraan.wordpress.com/66/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/kewarganegaraan.wordpress.com/66/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kewarganegaraan.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kewarganegaraan.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kewarganegaraan.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kewarganegaraan.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kewarganegaraan.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kewarganegaraan.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kewarganegaraan.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kewarganegaraan.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kewarganegaraan.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kewarganegaraan.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kewarganegaraan.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kewarganegaraan.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kewarganegaraan.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kewarganegaraan.wordpress.com/66/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kewarganegaraan.wordpress.com&amp;blog=2128400&amp;post=66&amp;subd=kewarganegaraan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kewarganegaraan.wordpress.com/2007/12/04/calon-presiden-independen-mengapa-di-persulit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/35ca95229342ac66d8008ce17b9253e7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kanguwes</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>&#8220;DEMOKRASI SAMBAL TERASI&#8221;</title>
		<link>http://kewarganegaraan.wordpress.com/2007/12/04/demokrasi-sambal-terasi/</link>
		<comments>http://kewarganegaraan.wordpress.com/2007/12/04/demokrasi-sambal-terasi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Dec 2007 10:57:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kanguwes</dc:creator>
				<category><![CDATA[Demokrasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kewarganegaraan.wordpress.com/2007/12/04/demokrasi-sambal-terasi/</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Fajar Burnama               Di sebuah pagi, Si Kabayan mengobrol dengan Pak RT. Dalam obrolannya, mereka menceritakan tentang segala rupa masalah, mulai dari kehidupan di desa hingga kehidupan berbangsa dan bernegara. Pak RT bertanya, “Yan kenapa yanegara kita terus-menerus sakit?”Si Kabayan menjawab, “Ya salah kita sendiri, setiap hari makannya sambal terasi”,”Lho maksudnya?”Pak RT [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kewarganegaraan.wordpress.com&amp;blog=2128400&amp;post=65&amp;subd=kewarganegaraan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-family:Times;">Oleh : Fajar Burnama</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:16pt;font-family:'Lucida Console';"> </span></strong></p>
<p><span><span>            </span>Di sebuah pagi, Si Kabayan mengobrol dengan Pak RT. Dalam obrolannya, mereka menceritakan tentang segala rupa masalah, mulai dari kehidupan di desa hingga kehidupan berbangsa dan bernegara. Pak RT bertanya, “Yan kenapa yanegara kita terus-menerus sakit?”Si Kabayan menjawab, “Ya salah kita sendiri, setiap hari makannya sambal terasi”,”Lho maksudnya?”Pak RT kebingungan.”Iya pak negara kita ini setiap hari makan sambal terasi terus jadi perutnya sakit terus”Si Kabayan menjelaskan, “Memangnya negara kita bisa makan sambal terasi?”Pak RT semakin bingung, “Bapak ini bagaimana kan negara kita memang negara sambal terasi (baca:demokrasi)” Tungkas Si Kabayan.</span><span id="more-65"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span><span>            </span>Negara kita saat ini masih menggunakan sistem demokrasi yang justru membuat kita semakin terpurukdengan krisis multidimensional yang tak kurung usai. Setiap orang harus “berkaca”, apakah telah menjadi solusi sistem yang kita pakai selama ini?Demokrasi di Indonesia baru bisa menjadi “sambal terasi” yang membuat perut kita sakit, betapa tidak saat ini hanya bagian tubuh atas yang merasakan nikmatnya, sedangkan dibawah sakit dan menderita. Kekayaan negara yang dijuluki ”Jamrud Khatulistiwa” yang apabila kita menanam tongkat saja itu bisa menjadi tanaman, kini hampir habis.Kekayaan kita yang melimpah ini hampir habis bukan karena telah merata dirasakan oleh 200 juta rakyatnya, melaikan hanya dinikmati oleh segelintir orang yaitu para menguasa dan pengusaha asing. Coba kita tengok di Papua (Freeport)yang memiliki emas yang melimpah, namun dikuasai oleh perusahaan asing, sehingga banyak penduduknya yang justru hidup di bawah garis kemiskinan, ada yang kurang gizi, busung lapar, dan banyak lagi penderitaan yang saudara kita rasakan.Sungguh ironi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span><span>            </span>Bush pernah menyatakan bahwa,”Demonstrasi adalah tanda sehatnya demokrasi”. Secara teoritis, demokrasi memang menjamin salah satunya adalah kebebasan menyatakan pendapat. Dalam tataran politik, meski tidak selalu konsistenbeberapa negara yang memakai sistem demokrasi seperti AS, Eropa, termasuk Indonesiatelah menjalankan kebebasan dalam menyatakan pendapat ini bagi rakyatnya. Diantaranya dengan membiarkan rakyat melakukan demonstrasi, terutama dalam merespon berbagai kebijakan pemerintah yang dipandangtidak sesuai dengan kehendak rakyat. Di Amerika misalnya, rakyatnya melakukan demonstrasi mengenai kebijakan Bush soal Perang Irak. Mereka meminta agar pemerintah segera menarik tentaranya di Irak yang telah hampir tiga ribu tentara yang telah tewas. Namun protes yang telah berlangsung lama itu tidak pernah digubris oleh<span>  </span>pemerintahan Bush. Maka kebebasan demonstrasi ini hanya menjadi hal yang kosong, betapa tidak ini berarti bahwa “Silakan saja rakyat berteriak, tetapi keputusan jalan terus, terserah penguasa tanpa perlu lagi mendengar suara hati rakyat”. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span><span>            </span>Sudah jelas bahwa demokrasi saat ini hanya demokrasi yang penuh dengan kebohongan. Demokrasi yang tidak pernah berpihak pada kehendak dan kepentingan rakyatnya, dan hanya berpihak pada penguasa, pengusaha, dan negara-negara kapitalis. Semoga kita segera lepas dari jeratannya.<span>   </span></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/kewarganegaraan.wordpress.com/65/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/kewarganegaraan.wordpress.com/65/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kewarganegaraan.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kewarganegaraan.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kewarganegaraan.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kewarganegaraan.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kewarganegaraan.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kewarganegaraan.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kewarganegaraan.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kewarganegaraan.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kewarganegaraan.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kewarganegaraan.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kewarganegaraan.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kewarganegaraan.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kewarganegaraan.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kewarganegaraan.wordpress.com/65/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kewarganegaraan.wordpress.com&amp;blog=2128400&amp;post=65&amp;subd=kewarganegaraan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kewarganegaraan.wordpress.com/2007/12/04/demokrasi-sambal-terasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/35ca95229342ac66d8008ce17b9253e7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kanguwes</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
